Turtles Can Fly
December 15, 2008 by langgeng777
Cast :
Agrin : Avaz Latif
Satellite : Soran Ebrahim
Hengov : Hiresh Feysal Rahman
Rega : Abdol Rahman Karim
Pasheo : Sadaam Hossein Feysal
Hangao : Hiresh Feysal Rahman
Shirko : Ajil Zibari
Film ini bercerita tentang kehidupan anak anak yang bersetting di Kurdistan , perbatasan irak-turki beberapa minggu sebelum perang irak (tumbangnya rezim Saddam Hussein). Walaupun berlatar perang namun tidak ada adegan berdarah darah. Suasana serba sulit pada waktu itu membuat warga ingin segera mendapat kan info untuk mengetaui kapan perang dimulai, salah satunya adalah dengan menonton berita di televisi. Karena itulah penduduk desa memasang antenna untuk mendapat sinyal, namun sinyal tetep sulit didapat.
Adalah Soran yang biasa dipanggil Satelite seorang anak yang bekerja sekaligus memimpin anak anak dari desa Kanibo sebagai pembersih ranjau, menyarankan untuk membeli parabola agar dapat menerima sinyal dengan baik. Akhirnya Satellite pergi ke kota untuk membeli parabola. Sepulang nya dari kota, Satelite terusik dengan kedatangan seorang anak bernama Henkov (ga punya kedua tangan nya karena ranjau), yang secara tak terduga bisa mengetahui letak wilayah ranjau dan menyuruh pengikut Satelite untuk mengikutinya dan menyapu ranjau di wilayah tersebut. Mengetahui hal ini Satelite pun menjadi marah soalnya dia sebelumnya menyuruh Pashoow untuk ke tanah Karim. Namun Henkov menyuruh Pashoow mengikutinya, karena memang lebih banyak ranjau disitu. “Entah bagaimana dia bisa mengetahuinya? Luar biasa” kata Pashoow kepada Satelite.
Henkov dan Agrin kemana mana selalu kelihatan dengan seorang anak kecil bernama Rega. Selama ini orang orang mengira Rega adalah adik Henkov dan Agrin, namun sebenaranya Rega adalah anak Agrin. Ternyata mereka mempunyai masa lalu yang kelam, Rega adalah anak hasil kejahatan perang. Dan kedua orang tua mereka pun telah meninggal. Hal ini lah yang membuat Agrin berusaha untuk bunuh diri karena tekanan hidup yang begitu kuat, apalagi mereka masih kanak –kanak.
Di satu sisi Satelite juga naksir sama adik Henkov Agrin, sehingga Satelite pun melunak kepada Henkov. Sampai suatu saat Satelite sadar kalau Henkov punya kemampuan untuk ‘melihat’ masa depan, dan pasti lebih arkurat daripada berita di televisi. Kesempatan ini dimanfaatkan Satelite yang selama ini terobsebsi dengan Amerika Serikat, untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya apakah perang akan berakhir??
Film yang bagus banyak pesan moral didalamnya namun tidak menggurui. Jarang sekali film Indonesia seperti ini. Bagus untuk ditonton ditengah tengah serbuan film film ga bermutu dari Indonesia.

